Informasi

Gak Mau Blangsak, Pria Ini Siap Mendesain Hidup

DESAIN sarat dengan nilai artistik. Tanpa art atau seni hidup kita bagai ambulan tanpa uwiw-uwiw, atau seperti jendela tanpa rumah.

Hal tersebut dituturkan Ahmad Sopyan, seorang desain grafis di perusahaan media ternama, HU Pasundan Ekspres (Jawa Pos Grup). Pria yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa kelas akhir Universitas Subang ini cukup lama bergelut di dunia desain. Kurang lebih sepuluh tahun.

“Iya lama banget,” singkat pria yang murah senyum ini.

Sebagai tulang punggung Negara dia siap mewarnai dunia. Bagi dia, meski dunia ini sudah berwarna, tapi harus terus diwarnai. “Yang jelas kita harus siap mendasain hidup, sebelum mewarnai dunia. Ya untuk sementara paling saya ikut lomba mewarnai dulu. Itung-itung belajar,” ujar pria asli Kabupaten Purwakarta ini.

Ahmed, sapaan dia, selalu berharap hidupnya penuh dengan nilai. Kata dia, saat seseorang bernilai tentu akan menjadi salah satu makhluk yang bergengsi di planet bumi ini. “Saya enggak mau tinggal di planet pluto atau mars. Makanya, saya selalu mencoba dan belajar menjadi manusia yang bermanfaat dan bernilai. Saya enggak mau seperti SD dulu, nilai saya merah terus,” ujar Bendum HMI Cabang Subang ini.

Ia menjelaskan, jika hidup gak minat jadi makhluk blangsak, maka harus berupaya punya kreatifitas. Bagi Ahmed, menjadi insan kreatif salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan. “Saya gak niat jadi orang blangsak. Makanya saya berupaya terus untuk belajar dan belajar. Kalau lagi males, ya paling ngagoler (tiduran) dulu dua menit,” ujarnya.

Ahmed pun menguraikan bahwa orang blangsak itu gak melulu diukur oleh harta benda. Konkretnya, lanjut dia, orang tercerahkan itu bagaimana menjadi sosok inspirasif, kendati kekurangan harta. “Intinya menjadi manusia kreatif atau gigih dalam bekerja. Urusan duit mah nyusul. Asal kita mau dan mencoba rajin,” kata dia.

Sebagai mahasiswa kelas akhir, Ahmed pun berupaya untuk enggak jadi mahasiswa abadi. Dia akan berupaya lulus tepat waktu. “Jujur saya masih senang bermahasiswa. Dan saya pun sama sekali gak fanatik sama senior-senior yang sampai saat ini belum lulus, karena dorongan orang yang dicintai, maka saya perlu lulus duluan. Itu barangkali alasan saya pengen cepet, cus-cus. Ee lulus maksudnya,” paparnya.

Terakhir Ahmed mengucapkan bahwa dirinya senang menjadi manusia dan bahagia hidup di planet bumi. Maka ke depan dia akan terus mendesain hidup agar lebih baik dan tentunya dibanggakan seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini. “Emang sebelumnya Gue bukan manusia? Hahaha. Terserahlah. Yang penting saat ini saya bahagia dan sampai kiamat saya akan mencoba terus bahagia,” tandasnya.

 

Penulis: Ibon

 

 

Click to comment

Paling Populer

To Top