Informasi

Enggak Kreatif, Gak Asik

MENJADI manusia kreatif itu suatu keharusan. Tanpa kreativitas hidup ini bagai taman tak berbunga. Atau seperti Jokowi, tanpa Prabowo. Hampa dan gak ramai.

“Ya kurang lebih seperti itu,” singkat Muhlis Munawar, seorang pemuda asal Garut Jawa Barat.

Ia menyebut bahwa kata kreatif itu kerap disalahgunakan. “Esensinya, kreativitas bermakna positif. Macam mencopet atau nikung cewek orang, itu bukan kreativitas. Itu kejahatan yang terorganisir,” tegas Bendahara Umum Badko HMI Jabar ini.

Muhlis menjelaskan prihal salah satu poin yang ada dalam tujuan HMI. Yakni menjadi Insan Pencipta. Sebagai kader HMI, ia menginsyafi bahwa menjadi Insan Pencipta itu suatu kewajiban dan tentu harus diimplementasikan.

“Pencipta itu orang kreatif. Adapun makna kreatif itu sangat luas. Enggak bisa diukur dengan luasnya lautan. Apalagi empang,” tegas alumni Uniga Garut ini.

Sebagai pengurus HMI di Badko Jabar, Muhlis mengaku kagum kepada kader-kader HMI yang memiliki segudang kreativitas. Salah satu contoh yaitu, sejumlah kader Cabang Kabupaten Bandung yang telah mampu mengaktualisasikan diri dengan membuat topi berlambang HMI. “Kader Cakaba salah satu contoh. Pasti banyak lagi kader HMI yang kreatif di Nusantara ini,” ujar dia.

Menjadi makhluk kreatif itu intinya mau melakukan. Kata Muhlis, meski punya bakat kalau malas sampai kapanpun gak akan mampu menciptakan apapun. “Intinya mau dulu. Semua butuh proses,” tuturnya.

Muhlis pun salah satu makhluk Indonesia yang cinta terhadap produk lokal hasil kreativitas anak bangsa. “Makanya saya sering pake batik dan sepatu hasil UMKM. Karena saya cinta Indonesia. Saya pun berjanji, kalau ke depan nanti saya sudah sekaya Bill Gate, saya akan tetap memakai produk lokal. Tapi, mungkin yang agak mahal. Sekarang mah yang terjangkau-jangkau dulu,” ujar dia.

Muhlis berpendapat bahwa salah satu cara untuk menumbuhkan kreativitas yaitu dengan cara membebaskan diri atau pikiran. “Kita harus berpikir bebas. Kalau otak kita sudah merdeka, ngapain juga akan menjadi karya. Kita bebas mau bikin apapun. Mau bikin danau Jatiluhur ke, mau bikin gedung ke bebas. Asal jangan bikin anak di luar nikah aja. Haram,” ujarnya.

Benar kata Muhlis. Kalau mau merdeka atau bahagia harus punya kreativitas. Jangan pernah bosan dalam berkreativitas. Bangsa ini tegak oleh orang-orang kreatif. Ia pun berpesan kepada seluruh pemuda yang ada di muka bumi ini untuk mencoba membuka pikiran agar enggak terjebak dalam dunia yang sempit.

“Dunia ini luas. Maka berpikirlah seluas-seluasnya. Kecuali Kamu tinggal di Toples. Itu beda lagi urusannya!” tandasnya.

Penulis: Ibon

 

Click to comment

Paling Populer

To Top