Informasi

Ini Budi, Gak Niat Jadi Dilan

INI Budi. Budi punya bapak, juga punya ibu sesuai yang tercatat di buku pelajaran SD. Nama kepanjangan Budi, bukan Budiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii. Tapi Budi Supriadi. Ia lahir di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Saat ini Budi sibuk menjadi manusia yang merdeka dan memiliki hobi momotoran.

Budi mengaku sebagai makhluk Tuhan yang selalu menjunjung tinggi nilai kebaikan. Dia berkomitmen akan selalu baik kepada siapapun. Satu lagi yang menjadi prinsip dirinya yaitu ia selalu berusaha menjadi diri sendiri.

“Daripada menjadi Kadal, lebih baik menjadi diri sendiri,” tutur lulusan STAI Khez Muttaqien Purwakarta ini.

Sebagai manusia merdeka, Budi sama sekali gak mau disamakan sama siapapun. Konkret dia pengen hidup apa adanya. Bahkan, belakangan ada yang nyebut dia mirip Dilan karena sama-sama hobi momotoran, secara tegas ia menampik.

“Enggak. Siapa Dilan? Saya gak kenal. Saya cuma kenal sama si Dahlan, tukang tambal ban di Cilegong,” ucap pria cool ini.

Diketahui, Dilan adalah tokoh utama yang ada di novel Dilan yang ditulis oleh penulis asal Bandung, Pidi Baiq. Belakangan ini novel Dilan difilmkan dan masuk kategori film terlaris Indonesia sepanjang masa. Tak kira-kira film Dilan ditonton oleh enam juta lebih masyarakat dan tentunya menjadi angin segar bagi perfilman Indonesia.

Dilan, dalam film tersebut, dianggap sosok cowok badboy, tapi memiliki kepribadian yang berkualitas. Selain itu, dia pun sosok unik dan menarik. Meski sebagai representasi remaja 90-an, Dilan menjadi sosok panutan remaja kekinian. Gak sedikit, anak remaja sekarang mencontoh gaya Dilan, dalam melontarkan rayuan, banyolan, sampai nyontoh gaya berpakaian. Kerennya lagi, sosok Dilan bukan hanya ditiru oleh remaja, cowok yang hampir tua atau bahkan sudah tua pun mencontoh kepribadian Dilan.

“Kalau saya enggak begitu. Saya gak ngikutin zaman. Zaman yang harus ngikutin saya,” tegas Budi.

Budi memang diciptakan Tuhan menjadi orang yang keren dan luar biasa. Hidupnya percaya diri dan gak hobi nyusahin orang.

“Hidup saya masih susah. Jadi kasihan kalau nyusahin orang. Meski hidup saya dalam prosesnya sedikit susah, tapi saya optimis ke depan kesusahan bakal ninggalin saya. Yang penting selalu optimis,” kata Budi.

Budi menegaskan bahwa dirinya gak mau menjadi orang lain. “Saya gak niat jadi Dilan. Jadi diri sendiri aja. Lebih adem. Gak mau jadi Dilan berat. Lebih berat dari manggul Semen,” ujarnya.

Sebagai pemuda, Budi berpesan kepada generasi zaman now agar mempunyai karakter diri. Gak usah ikut-ikutan Kerbau. Apalagi ikut-ikutan Buaya. “Pokoknya harus punya identitas diri. Minimal punya KTP dan KK,” tandasnya.

 

Penulis: Ibon

 

 

Click to comment

Paling Populer

To Top