Informasi

Pria Ini Dapat Gelar Master Gara-gara Jago Mancing

SETIAP orang punya hobi. Ada yang hobi main music, menulis, memancing, nikung cewek orang, hobi garuk-garuk kepala, bahkan ada yang hobi ketawa-ketawa sendiri kayak orang stres. Pada dasarnya semua orang bebas memilih. Yang penting kita punya hobi yang positif dan tentunya gak ngerugiin orang.

Hal tersebut dipaparkan mantan model asal Kota Plered, Purwakarta, Gani Mahnida. Ia sendiri memiliki hobi memancing ikan. Bahkan, saking lihainya dalam memancing, ia disebut master mancing di kampung halamannya.

“Kalau saya orangnya gak sombong. Untuk mendapatkan gelar master, saya gak perlu kuliah S2. Cukup banyak nongkrong di empang, saya disebut sebagai manusia ahli dalam bidang permancingan. Harus diingat oleh Kamu, memancing itu gak mudah jika gak punya keahlian. Jadi jangan sekali-kali menyepelekan pemancing,” tuturnya serius.

A Gani, begitu ia ingin disapa, baginya, soal mancing bukan hanya mengandalkan umpan yang berkualitas. Fokus dan kesabaran juga harus dibangun. “Harus kalem. Bila perlu, sambil ngopi dan ngudud. Lalu mata harus agak tajam, supaya kita enggak salah narik. Jangan sampai yang kita tarik kolor atau kastrol. Berabe nantinya. Ya kadang-kadang kan empang banyak sampahnya,” jelasnya.

Ia pun gak menampik bahwa umpan berkualitas pun sangat diperlukan. Sebab ujung tombak memancing ya umpan. “Umpannya harus yang mahal. Supaya ikan pun temanjakan yang pada gilirannya nyangkut di kail. Jangan kayak teman saya, Mang Asep Coklat, umpannya terus aja pake keong. Maka wajar kalau dia jarang dapat ikan banyak,” tuturnya.

Sebagai master mancing, A Gani enggak menganjurkan kepada masyarakat untuk melakukannya secara intens. Lakukan hobi tersebut hanya untuk mengisi waktu luang aja. “Kecuali kalau punya agenda masuk tivi. Kalau untuk sehari-hari mah berbahaya. Kita juga kan harus kerja. Sedang kan memancing sejatinya untuk menyalurkan hobi atau istilahnya untuk hiburan semata,” tegasnya.

Meski pecinta mancing, ia enggak hobi memancing keributan. Walaupun sama-sama mancing, lanjut Gani, memancing keributan dan mancing ikan enggak ada kolerasinya. “Potensi itu ada, jika kail kita pas dilempar nyangkut di bibir orang. Tapi jaranglah. Saya kan master, masa ngelempar kail sembarangan. Walaupun pernah, paling nyangkut di jemuran orang, karena terlalu semangat melemparnya,” paparnya.

Ia merasa bangga dicap sebagai master mancing. Gelar itu ia syukuri dan nikmati. Bahkan, enggak sedikit terpampang sertifikat di dinding rumahnya. “Banyak sih sertifikat. Tapi kebanyakan sertifikat pesantren kilat. Lumayanlah, daripada enggak ada,” ujarnya.

A Gani pun mengaku beberapa kali juara di perlombaan memancing. Banyak hadiah yang ia dapatkan. “Uhhh banyak pokoknya. Hadiahnya kebanyakan termos sama kipas angin. Makanya suasana rumah saya kayak di Ciwidey karena kebanyakan kipas angin,” tandasnya.

Penulis: Ibon

 

 

Click to comment

Paling Populer

To Top