Coretan

Muhlis Berlebaran Belum “Berbuntut”

TAK terasa sekali puasa kita usai udah lebaran lagi. Lebaran kali ini hampir sama dengan lebaran tahun lalu. Lhoe kenapa yaa karena masih “membujang” kalo dalam kamus besar bahasa indonesia “masih sendiri” atau dalam bahasa inggris single.

Jadi teringa dalam update status SR “Buat para single harap jaga kesehatan,diperkirakan besok akan ada serangan fajar, “kapan nikah?”, Mohon berikan jawabannya terbaikmu. Mungkin jawaban nya adalah S5ecepatnya, ssekuatnya, semampunya atau apa ajalah semaumu yg penting jangan menyingung orang yang bertanya. Emang itu jawaban motivasi tapi yaa tetep NGGAK JELAS!!!.

Wa Imin, teh ening, teh heni mang aahan, mang aam dan si abel bertanya ke saya hampir sama dengan status temaan saya tersebut “iraha boga buntut” maksdnya “kapan punya istri” ya saya jawab semampunya. meskipun ngak jelas waktu nya Kapan, dan tempatnya dimana.

Lantas kenapa saya jawab dengan Jawaban yang paling Objektif, semampunya??? Yaaa karena untuk dapat Buntut harus mampu ima imu dan ami serta ali.

Maksdnya kepanjangannya mungkin begini : IMan yang kuat karena punya buntut itu ujian, Imunitas yang tinggi karena punya buntut itu harus punya dayatahan dari dalam dan luar, Amir dalam bahasan arab mungkin artinya pemimpin ya muhlis harus mampu memimpin, dan yang terpenting Alim karena di tuntut mengetahui dan memahami segala sesuatu.

Berat juga yaa,, padahal saya yang berangan sendiri dan menuliskan sebdiri, tapi yaa sudahlah. Malah makin pusing ini menerima pertanyaan lebaran ini muhlis masih belum punya buntut.

Maka alangkah baiknya saudaraku Ima, Imu, Ami dan Ali di rencanakan dengan baik. “Da lieur ukur di pikiran hungkul ” he maksudnya “malah pusing kalo hanya di fikirkan terus” lebih baik keluar rumah aja dari yang nanya kapan punya buntut tersebut. Daripada kamu berdebat sementara kamu berada di posisi yang kalah.

Akhir nya di lebaran kali ini yang ke 1439 H. Muhlis berdoa Yaa Allah pertemukanlah saya kepada saudara saya IIma, IImu, AAmi, dan AAli, agar muhlis punya buntut aamiin.

Sehingga muhlis punya harapan lagi setelah berdoa tersebut. Dan tentunya mungkin berproses agar tercapai secara SUSTAINABLE. teriangat saya Gagasan Ketua Umum PB HmI. “HmI Sustainable” sehingga itu yang membuat muka Muhlis sumringah tak kehilangan muka lagie.

Semoga yaaa Muhlis agar Allah terima Jeritan hatimu dan Allah SWT yang maha Perkasa menerima amal dan baik dan mengampuni kelakuan kotor muhlis.

Taqabbalallahu minna waminkum
Taqabbal yaa kariim
1439 H.

Penulis: Muhlis Munawar

Click to comment

Paling Populer

To Top