Coretan

Nyet!

Foto: Gemintang.com

SAYA tahu betul monyet adalah binatang. Saya juga yakin bahwa Kamu tahu binatang yang bunyinya “nyet-nyetan” adalah monyet. Orang sedeng namanya, jika binatang yang berbunyi “nyet-nyet-an” disebut Kuya “Kura-kura” atau Biayawak. Kesimpulannya, binatang yang sering mengeluarkan suara “nyet-nyet-an” adalah Kera.

Berbicara prihal monyet, saya jadi teringat dengan sahabat lama saya bernama Rohim. Bukan gara-gara dia mirip Kera atau Kingkong. Tapi, karena dia selalu manggil saya nyet atau monyet. Sebagai manusia pada umumnya, seharusnya saya murka atau marah. Karena dia sahabat dan saya ngerti ucapannya hanya bercanda dan cuma dilontarkan ke kawan dekat, jadi sama sekali saya enggak tersinggung.

Bersahabat atau berkawan itu memang menarik. Jika hati yang diutamakan, apapun yang dilakukan sahabat akan dianggap suatu keindahan. Pada dasarnya, setiap orang yang dekat dengan kita akan selalu berusaha membahagiakan kita. Dengan cara apapun. Asal kita paham, bahwa dalam proses persahabatan itu perlu dinamika dan seni agar setiap langkah menjadi menarik dan pada gilirannya jadi kenangan yang indah.

Tapi, Si Rohim pun adalah manusia yang tersadarkan. Meski, setiap ucapannya cablak dan cenderung ngawur, dia pernah berpesan kepada saya, bahwa posisikanlan ucapanmu di tempat yang tepat. Maksudnya, ucapan macam Nyet, Kuya, Cucunguk, dan yang lainnya jangan sampai dilontarkan ke orang yang baru kenal dan kepada orang yang enggak suka kata-kata kasar.

“Janganlah kita bilang kata-kata kasar, ke orang yang gampang tersinggung. Saya bilang ke Kamu Nyet, bukan berarti Kamu mirip Monyet. Tapi, karena memang kita sudah dekat aja. Istilahnya, lebih mengakrabkan diri,” tutur Si Rohim ke saya, sudah lama banget.

Saya sangat paham. Makanya santai-santai saja. Selama manggil monyetnya enggak sambil mau membacok, saya mah enggak masalah. Apalagi, disebutnya kawan dekat.

Cuma, harus kita pahami bagaimana pun manggil manusia dengan kata binatang enggak baik. Ya enggak baik bagi orang yang paham hukum budaya. Jadi, enggak usah ngikutin saya yang masih percaya hukum pergaulan. Bagi saya, selama enggak ngerugiin sah-sah aja. Asal, jangan dilontarkan ke sembarangan orang. Apalagi ke orang yang sifatnya kayak Motor RX King, yang sedikit-sedikit ngagerung dan kepalanya gampang ngebul.

Masih soal Monyet, saya juga jadi ingat si dia. Dia yang sudah lama menghilang. Bukan dia mirip atau berkelakuan seperti Monyet. Tapi, salah satu ucapan sayang dia ke saya adalah Nyet. Meski seperti itu, saya tetap bahagia. Sekarang, dia sudah digaet sama “Monyet” yang lain. Semoga “Monyet”-nya bermanfaat dan selalu bikin Kamu bahagia. Amin.

Click to comment

Paling Populer

To Top