Coretan Ibon

Corona Bukan ‘Sangu’ yang Bisa Kau ‘Remehkan’

CORONA ternyata bukan virus biasa. Kalau ‘biasa’ nggak mungkin merenggut nyawa puluhan ribu manusia di muka bumi ini.

Kesimpulannya, virus ini luar biasa. Tapi, nggak biasa di luar. Kurang lebih seperti itu.

Karena virus ini bukan penyakit biasa, apalagi b aja, maka kita harus berhati-hati. Jangan sampai lengah apalagi menyepelakan. Ingat gassyss, Corono bukan ‘sangu’ yang bisa kau ‘remehkan’!

Orang Jakarta harus paham, ‘sangu’ itu Bahasa Sunda yang artinya nasi. Kemudian ‘remehkan’ juga Bahasa Sunda, nggak tau gimana di Bahasa Indonesia-innya, yang jelas bermakna menyepelekan atau mengecilkan.

Okelah, meski ‘sangu’ itu makanan pokok yang wajib dimulyakan tapi nyatanya nggak sedikit orang yang menyepelakan, tapi atuhlah Corona mah jangan digituin. Bukan apa-apa gassyss, virus baru itu nggak bisa banget diajak bercanda. Apalagi diajak ‘ucing-ucingan’. Nggak bisa gassyss.

Kalau ada yang nyebut bahwa mati itu kehendak Tuhan jadi nggak usah takut sama Corona, sebenarnya itu benar, tapi itu oon. Ibaratnya di depan ada Macan, tapi kamu selow aja, lalu koit diterkam dan ujungnya Tuhan lagi yang disalahkan. Itu mah kamunya aja ‘kurang sasetrip’. Harusnya lari, bukan malah disuitin, da bukan Burung Tikukur Juned Macan teh.

Sudahlah. Kita akui aja. Ya akui bahwa Corona bukan makhluk biasa. Sejatinya memang kita nggak usah panik. Tapi, ya takut sih wajar dan upayakan semampunya menjaga diri. Bolehlah, ikutin petunjuk pemerintah. Kalau nggak nurut sama pemerintah, lalu ke siapa lagi gassyss?

Yang lebih penting banyak doa. Untuk ummat muslim banyak wirid dan rutinin lagi baca Al-Quran. Apalagi di Bulan Ramadan ini. Harus lebih giat.

Selow sih boleh. Tapi harus tetap hati-hati. Makanya supaya tenang di tengah hantaman pandemi Corona yang sedang lucu-lucu-nya ini, kita harus banyak doa dan berserah diri kepada Tuhan. Selain adanya vaksin, harapan kita satu-satunya saat ini dapat perlindungan dari Tuhan. Vaksin mah syariat, kasih sayang-Nya lebih utama.

Seperti itu kiranya harap dimaklum. Burung Irian Burung Cenderawasih, cukup sekian dan terimakasih. Wassalam. Cag.

Penulis: Ibon (@igeibon)

Paling Populer

To Top