Coretan Ibon

Di Zaman Corona Ini Kita Nggak Layak Belagu, Sombong, Apalagi Songong

EMANG Corona ini dipikir-pikir hebat juga ya? Makluk ini, kecil, nggak nampak, tapi bikin banyak orang di dunia pada stres dan bingung gimana cara ngadepinnya. Buktinya? Sampai saat ini belum ada satu pun ilmuan yang bisa mastiin kapan vaksin tersedia. Yang ada cuma prediksi dan prediksi. Terus kayak gituh.

Gilanya lagi, dampak lain dari makhluk mungil yang disebut Covid-19 ini. Yakni nggak jelasnya kondisi ekonomi. Saat ini, nggak sedikit masyarakat kelaparan gara-gara belum lama ini kena PHK. Perusahaan pun banyak yang gulung karpet. Bukan tikar lagi. Nahas Gassyss.

Corona ini memang lagi juara sekarang di dunia. Makhluk mungil ini memang bikin kesel. Gara-gara keganasannya, kita saat ini jadi nggak jelas harus ngapain. Serba salah. Mau keluar takut Corona, di rumah aja takut kelaparan. Masih mending bagi orang kaya, soal kebutuhan hidup, bisa amanlah untuk beberapa bulan atau tahun ke depan. Lah model saya, besok bisa makan aja sudah Alhamdulillah banget.

Tapi ya mau gimana lagi. Sebagai manusia, gimana pun kondisinya harus tetap bertahan, sabar, dan terus sebisa mungkin menjaga diri. Termasuk keluarga.

Corona ini emang telah menyadarkan bahwa kita ini makhluk cemen. Makanya nggak layak bagi kita jadi orang belagu, sombong, apalagi songong. Kelakuan kayak itu sekarang mah udah nggak berlaku. Artinya, di balik munculnya Corona terdapat banyak hikmah. Gara-gara Corona kita dipaksa untuk patuh ke ketentuan alam dan Tuhan. Otak kita dikuras dan jiwa kita dibersihkan.

Namun kita harus tetap santai, sesantai-santainya. Jangan juga terlalu cemas dan panik. Selow. Tapi sambil berpikir bagaimana caranya bisa bertahan hidup dan jangan lupa terus berdoa agar Corona ini cepet melunak.

Saya tegaskan lagi, di zaman Corona ini kita nggak layak belagu, sombong, apalagi songong. Meski Corona ini mungil banget, tapi doi sangat mematikan Gassyss. Bisa Kamu bayangin gimana kalau Corona segede Biayawak misalnya? Waduh. Ampun dah. Sangat mengerikan.

Kesimpulannya, kita ini bukan apa-apa. Apapun yang kita miliki jadi nggak bernilai. Karena apa? Karena memang aslinya nggak bernilai. Kitanya aja terlalu mendewakan dunia, sehingga lupa bagaimana menjaga dan merawatnya. Kurang lebih seperti itu. Cag.

Penulis: Ibon (@igeibon)

Paling Populer

To Top