Coretan Ibon

Kontrol Muka

KAMU boleh suka atau jatuh cinta kepada siapapun. Bahkan, makhluk apapun sah Kamu cintai. Asal, satu, sewajarnya aja. Gak usah berlebihan. Khawatir, ujungnya malah banyak makan ati.

Terutama Kamu, kaum lelaki. Meski Kamu berhabitat sang pemburu wanita, upayakan agak selow dan nggak usah terlalu memaksakan diri. Bukan apa-apa Men, kasian sama ceweknya. Makin Doi dikejar, makin dia tertekan. Walaupun nggak sedikit sih dia-nya malah seneng. Tapi kebanyakan, menurut analisas saya, lama-lama dia-nya malah ilfil jadinya.

Lagian, kalau terfokus ke satu cewek yang kita seneng, tapi gak sebaliknya, efeknya bikin kepala puyeng dan tentu sakit hati.

Ada pepatah Sunda menyebutkan, “Hese ari bogoh kanu teu bogoh mah. Siga meuli rokok sabatang ka Indomaret. Moal diwaro.” Indonesia-nya: “Susah kalau suka sama orang yang nggak suka kita. Ibarat beli rokok sebatang ke Indomaret. Nggak digubris.”

Pesannya, kalau cinta jangan terlalu menggebu-gebu. Sebab, objek yang layak dicintai secara mendalam ya hanya Tuhan Yang Maha Esa. Sok cobain aja, apa yang Kamu rasakan, kalau Kamu terlalu cinta sama makhluk ciptaan-Nya? Jujur aja. Pasti kebanyakan sakit hati kan? Ya jelas, namanya manusia pasti banyak kekurangannya.

Selain itu, kontrol muka. Ini mah soal teori sadar diri. Kata Mang Asep Keling, “Lamun beunget can “angges”, cintailah wanita yang sedang-sedang saja. Lamun hese keneh, wayahna Jang kudu loba istigfar jeung kabeh serahkeun weh ka Gusti.” Yang kalau di Bahasa Indonesia-in kurang lebih seperi ini, “Kalau muka belum “selesai” (biasa-biasa aja) maka cintailah cewek yang sedang-sedang saja. Kalau masih susah, kita harus banyak istigfar dan serangkan semuanya kepada Tuhan.”

Penulis: Ibon

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top