Coretan Ibon

Meski Ngeselin, Si Corona Bikin Banyak Orang Ingat Tuhan

KARENA kualitas keimanan saya masih di posisi kelas kutil, saya salah satu manusia Indonesia yang takut sama Corona, segerombolan virus yang saat ini sedang ‘lucu-lucu’-nya.

Saya pun yakin kebanyakan dari kalian takut kan? Takut Corona atau takut mati? Hehe aja.

Bagi saya normal. Namun benar kata banyak psikolog bahwa kita nggak usah terlalu panik. Selow. Tapi tetap hati-hati dan tentunya terus berdoa. Menurut kenyakinan masing-masing aja.

Layak diakui, virus yang juga disebut Covid-19 ini bikin banyak orang mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Nggak sedikit dari mereka jadi religius. Meskipun nggak sedikit juga yang stres dan prustasi. Saya tegaskan, itu normal.

Salah satu kawan saya misalnya. Namanya Aep Setang. Semenjak Indonesia diserang pasukan Corona ia memilih rajin shalat lima waktu.

Atuh rajin sekarang mah. Tapi di rumah. Soalnya kan Pak Jokowi nyuruh #dirumahaja,” aku dia ke saya via WA.

Aep Setang berterus terang, sebelum Covid-19 ada di Indonesia dirinya jarang banget shalat. “Paling jumatan sama shalat Ied aja. Lima waktu mah sekeingetnya aja. Ada lah dua setengah bulan sekali mah,” terangnya.

Bahkan saking rajinnya shalat, sampai-sampai belum adzan berkumandang pun ia sudah shalat duluan. “Eh itu mah saya fokus ke jam. Taunya belum adzan, ya mau nggak mau diulang lagi shalatnya,” terangnya.

Kawan saya lainnya si Tatang Emur. Semenjak Bangsa ini dilanda pandemik, sekarang ia mengaku fokus dalam ber-Tuhan. Shalat lima waktu rajin, wirid jalan, bahkan shalat sunat pun ia lakoni.

“Hati saya jadi tenang. Diontrog lising pun tenang. Udah bodo amat pokokna mah. Yang penting batin saya sembuh bagaimana pun kondisinya,” papar Tatang Emur.

Namun harus dipahami sikap dua kawan saya itu bukan sikap pesimisme atau terlalu pasrah. Tepatnya, penyadaran diri.

Mereka tetap harus menghadapi musibah ini, namun setidaknya mereka sekarang lebih siap dan ikhlas.

Termasuk saya. Sebelumnya, sama aja kayak mereka. Mungkin lebih parah dari mereka dalam ber-Tuhan. Namun, saya punya keyakinan di balik musibah Corona ini pasti banyak hikmahnya.

Saat ini mungkin Tuhan ingin kita ini lebih dewasa dalam menjalani hidup. Selain itu, Tuhan pun memberi kesempatan kita untuk lebih mengenalnya.

Dan lebih jauh dari itu, Tuhan sedang menunjukkan bahwa kita ini semua cetek. Nggak ada apa-apanya. Apapun yang kita miliki jadi nggak ada nilainya sedikit pun sekarang ini. Ampun. Kita ini terlalu lama jadi orang sombong. Sampai lupa bahwa kita ini ada yang nyiptain dan hidup ini cuma sementara.

Yang jelas kita harus tetap banyak doa dan terus berhati-hati. Nurut aja dulu ke pemerintah. Apapun anjurannya laksanain aja dulu. Ini demi kebaikan. Sabar. Yakin Corona akan segera lenyap!

Mari kita jaga diri, jaga kesehatan, jaga keluarga, jaga tetangga, jaga janda, pokoknya jaga aja apapun yang menurut kamu layak dijaga. Tapi kamu nggak usah jaga gawang. Soalnya kamu bukan kiper.

Cag.

Oleh: Ibon
Penulis Punya Akun Instagram. Namanya @igeibon.

Paling Populer

To Top